Kami menolak SUAP dan MARKUP

bribery-corruption

Rekan-rekan Yth, sampai saat ini kami telah menerima order pesanan flashdisk dari perusahaan maupun instansi pemerintah. Sesuai prosedur, kami kirimkan dulu penawaran harga. Jika setuju, calon mitra akan buat PO (Purchase Order) atau kami langsung kirimkan invoicenya.

Pada tahap ini, ada beberapa calon mitra yang sengaja ingin menaikkan harga di atas harga penawaran kami untuk keuntungan pribadi. Hal ini biasa disebut dengan markup, yaitu tindakan memanipulasi harga sebenarnya dari kami kemudian selisihnya diambil sendiri untuk keuntungannya.

Di kasus yang lain, ada pula “orang dalam” yang minta bagian supaya penawaran kami bisa disetujui dalam anggaran mereka. Tindakan ini adalah tindakan meminta suap dan merupakan salah satu bentuk korupsi yang sering kita lihat. Suap ini biasanya dilakukan oleh bagian purchasing atau bagian yang menentukan anggaran.

Jika menghadapi situasi seperti ini, kami dengan tegas menolak. Markup sama saja dengan membohongi lembaga atau orang lain. Suap sama saja dengan korupsi. Kami menolak untuk melakukan markup dan memberi suap untuk orang dalam.

Jika sikap dan keputusan kami ini menyebabkan kami tidak masuk kualifikasi atau tidak mendapatkan pesanan, kami siap menerimanya. Kami tidak bersedia melakukan markup dan suap. Silakan cari vendor lain saja.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap”. (HR. Abu Daud no. 3580, Tirmidzi no. 1337, Ibnu Majah no. 2313

Demikian yang bisa kami sampaikan.